Shutter Speed


Shutter Speed ("Kecepatan Rana",Bahasa Indonesia) adalah kecepatan kamera dalam menangkap gambar.Satuan yang dipakai adalah detik (atau sepersekian detik). Secara sederhana, proses penangkapan gambar ini adalah: Shutter membuka => Gambar/Citra direkam oleh sensor => Shutter menutup. Lama waktu antara shutter membuka hingga menutup itulah yang disebut dengan shutter speed.
Jadi, apa yang akan terjadi jika sebuah foto diambil dengan Shutter Speed tinggi ? Apa pula efek yang didapat dari foto dengan Shutter Speed rendah ?
Pada shutter speed tinggi (misal 1/1000 detik), shutter membuka dan menutup dalam waktu yang sangat pendek. Keuntungan shutter speed tinggi adalah, kaburnya foto karena getaran pada kamera (akibat dari kurang stabilnya tangan waktu memegang, dsb) bisa berkurang, atau malah hilang sama sekali. Di sisi lain, gambar akan seolah-olah terhenti, atau istilah lazimnya ter-freeze. Apabila kita memotret orang yang sedang meloncat, bisa didapat gambar seolah-olah subjek foto ini sedang terbang. Efek ini bisa bagus, namun bisa juga jelek apabila anda memotret objek yang seharusnya terlihat bergerak semisal mobil, subjek tersebut akan terlihat diam di tempat. Di sisi lain, efek yang pasti dari shutter speed tinggi, adalah menurunkan intensitas cahaya dan membuat foto anda menjadi lebih gelap.
Jadi, secara umum efek dari shutter speed tinggi adalah :
- Menghilangkan shake/blur karena getaran pada kamera
- Mem-freeze gerakan (bisa jadi bagus, bisa juga jelek)
- Menurunkan intensitas cahaya
Dengan shutter speed rendah (misal 1/10 detik), shutter membuka dan menutup lebih lama sehingga jumlah cahaya (dan citra) yang masuk lebih banyak. Efek yang didapat adalah kebalikan dari shutter speed tinggi :
- Gambar menjadi shake/blur karena getaran pada kamera
- Gerakan subjek tidak ter-freeze (bisa jadi bagus, bisa juga jelek)
- Menaikkan intensitas cahaya

Tips I. Setting Sesuai Kebutuhan
Ada tips ringan dari National Geographic 'Ultimate Field Guide to Photography' mengenai setting shutter speed :
- Untuk mem-freeze mobil, atau orang naik sepeda, cobalah anda mulai pada speed 1/1000 detik
- Untuk foto biasa sehari-hari, potret, pemandangan, gunakan antara 1/60 sampai 1/250 detik
- Kalau cahaya sedang sangat kurang, usahakan jangan turun dari 1/60 detik (anda bisa menaikkan ISO atau menambah bukaan lensa). Kalaupun terpaksa, tahan untuk tidak membuat getaran pada kamera, dan jangan berharap untuk mem-freeze gerakan.

Tips II. Acuan umum kecepatan terrendah
Sebelumnya mohon maaf, yang saya tahu acuan ini lebih tepat untuk kamera SLR. Ada semacam acuan umum (rule of thumb) mengenai kecepatan minimum dari shutter speed, yaitu
1 per panjang lensa. Jadi apabila lensa zoom anda menunjuk 50mm, maka speed minimal adalah 1/50 detik. Dianjurkan untuk menggunakan Shutter Speed lebih cepat (semisal 1/100, 1/160) supaya getaran pada kamera tidak terrekam saat shutter membuka.

Slow Speed Photography
Tidak selamanya shutter speed rendah memiliki efek buruk pada gambar. Dengan menggunakan tripod untuk megatasi getaran pada kamera, dan pengaturan aperture yang tepat, anda bisa mendapatkan foto indah yang sering disebut sebagai "Slow Speed Photography".
http://dzcapture.blogspot.com/2010/01/segitiga-eksposure.html