Mendaki Bukit Kelam, Batu terbesar di Indonesia

Bukit Kelam, Sintang Kalimantan Barat
Tangga IV
Matahari masih mengintip di ufuk timur, seperti malu - malu menampakan diri. pagi itu aku dan teman - teman sudah bersiap - siap untuk berangkat ke bukit kelam, rencananya kami akan mendaki hingga kepuncak. 

Bukit Kelam adalah salah satu tempat wisata yang ada di kota Sintang Kalimantan Barat, Bukit Kelam bukan seperti bukit pada umumnya yang merupakan tumpukan tanah yang tinggi tetapi merupakan sebongkah batu monolit raksasa dan diklaim adalah batu terbesar di Indonesia bahkan dunia.


Bukit Kelam Sintang Kalimantan Barat
Pagi itu sekitar jam enam, aku dan teman - teman sarapan dulu disebuah warung dan berangkat kebukit kelam dengan mengendarai sepeda motor. perjalanan kebukit kelam dari kota Sintang memakan waktu sekitar 30 menit dengan kecepatan rata - rata 60 km/jam.

Sebelum sampai di bukit kelam kita akan melewati sebuah persimpangan, di persimpangan itu terdapat banyak toko dan kios - kios yang berjejer di disepanjang jalan manyambut kedatangan para wisatawan yang datang ke bukit kelam. di persimpangan itu kita harus belok kiri memasuki jalan yang tidak terlalu besar untuk mencapai obejek wisata bukit kelam.

Setelah sampai di Bukit Kelam kamipun memarkir kendaraan kami di tempat parkir, suasana pagi itu sangat sepi dan belum ada penjaga yang datang, dan warung - yang berada disekitar tempat wisata itupun belum ada yang buka, padahal saat kami mendaki adalah hari minggu yang mana seharusnya ramai pengunjung.

Bukit Kelam Sintang Kalimantan Barat
Tangga IV
Sebelum memulai pendakian kami bertemu dengan seorang penduduk sekitar, dari raut wajahnya bapak ini berusia sekitar 40-an tahun. Menurut penjelasan bapak tersebut, bukit kelam hanya banyak dikunjungi orang ketika liburan panjang, seperti liburan lebaran dan tahun baru. jika hari biasa bukit kelam memang sepi pengunjung.

Setelah berbincang - bincang dengan bapak tadi, kamipun memulai mendaki. Udara pagi masih sejuk menembus pori - pori kulit, sehingga membuat bulu - bulu tangan terlihat berdiri menari - nari seakan melakukan pemanasan.

Setelah memasuki kawasan kelam terlihat kios - kios kosong seperti tak berpenghuni, dedaunan dan sampah yang berserakan dimana - mana dan taman mainan anak - anak yang rusak bagaikan tertimpa bencana.

Belum jauh perjalanan kaki terasa semakin berat untuk dilangkahkan, udara yang tadinya dingin sekarang terasa panas, keringatpun mulai bercucuran membasahi badan. sesekali kami berhenti untuk menghela nafas dan mengembalikan energi yang telah habis terkuras, terkadang kami duduk diatas batu - batu besar yang memang banyak didapati di atas bukit ini, masing - masing batu memiliki ukiran - ukiran tersendiri dan juga banyak nama yang tertulis pada setiap batu. seakan masing - masing dari batu itu sudah ada pemilik-nya. bahkan batu itu seperti digunakan sebagai prasasti untuk mencatatkan cinta sepasang kekasih.

Untuk sampai ke puncak kita harus menaiki 4 tangga besi, jarak masing - masing tangga cukup jauh, dan untuk mencapai tangga paling atas yaitu tangga ke-4 kita membutuhkan waktu sekitar 2 - 3 jam.

Tangga yang ada dibukit kelam ini sudah banyak yang keropos dan lepas - lepas. tangganya pun sedikit bergoyang ketika dinaiki, sehingga kita harus extra hati - hati dalam mendaki.

setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan akhirnya kamipun sampai ditangga ke-4.  sebuah perjalanan panjang yang terbayarkan hasilnya ketika kita melihat pemandangan yang sangat indah.

Di puncak kelam, semua masalah yang kelam akan menjadi terang. fikiran akan tenang. tempat terbaik untuk menghilang-kan semua masalah.

hanya saja, tempat wisata satu-satunya di kota sintang ini tidak terawat dengan baik. dimana banyak aksi vandalisme yang merusak keindahan batu -batu besar yang berjejer. sampah yang berserakan. hingga tangga yang reot.

Demikian cerita perjalanan saya di bukit kelam, semoga kedepanya bukit kelam akan lebih diperhatikan oleh pemerintah dan menjadi daya tarik wisatawan luar untuk datang ke kota sintang.

Bukit Kelam Sintang Kalimantan Barat
Tangga IV

Bukit Kelam Sintag Kalimantan Barat
Tangga III